Kamis, 31 Maret 2011

Apa Yang Bisa Saya Lakukan Dengan Empat Lembar Roti Tawar?

"Anyone can cook!"- Chef Gusteau, Ratatouille (2007)
Kalimat di atas benar-benar menginspirasi saya untuk belajar memasak. Saat ini saya sedang memanggang Puding Roti Karamel. Hmmm, mungkin untuk orang-orang rumah saya (baca: Papa, Mama, Kakak, dan Adik saya) menu ini sudah tidak asing lagi. Bikinnya super mudah dan cepat, nggak butuh keahlian mengukir buah, atau menyincang bombay. Yang penting hati yang bersih, kemauan yang besar, dan rasa kelaparan. Dengan kekuatan bulan, ayo ikuti langkah-langkah pembuatannya!

1. Siapkan pyrex untuk wadahnya. Kalo yang saya pakai ini yang ukurannya 1 Liter. Lalu, masukkan gula pasir kira-kira 75gr (sumpah, ini super kira-kira banget. saya nggak pake timbangan, dan angka "75gr" ini tadi, saya ngasal nyebut. Ya pokoknya cukup deh buat karamel)

Selasa, 29 Maret 2011

Telur Menetas

Percakapan antara Papa dan Adik saya, yang tidak sengaja saya dengar.

Papa: "Tadi pagi adik bawa bekal nasi goreng ya?"
Adik: "Iya, kok tau?"
Papa: "Telornya ilang dua."
Adik: "Telornya netes tau Pa!"

Saya: (bingung) Telor udah masuk kulkas masa bisa netes?
Percakapan ini mengingatkan saya dengan catatan saya "Mengerami Telur Asin".

Alhamdulillah Otak Saya Tidak Bergeser

Barusan, saya bersama papa dan adik saya sholat isya berjamaah. Setelah itu, kami melakukan prosesi melipat alat sholat (kalo saya dan adik saya melipat mukena dan sajadah, sedangkan papa melipat sarung dan sajadahnya). Saya dan adik saya kemudian meletakkan alat sholat kami ke dalam lemari, sedangkan papa meletakkan sarung dan sajadahnya di keranjang yang terletak di atas lemari. Seringkali sarung dan sajadah papa jatuh karena papa suka semena-mena naronya (baca: asal ngelempar). Nah tadi pas papa lagi naro benda tersebut di atas lemari, bertepatan saat saya sedang memasukkan mukena dan sajadah saya ke dalam lemari.

"Kreeekkk", bunyi pintu lemari yang saya buka.
"Jatohin Maya! Jatohin Maya!", kata papa sambil memantrai sarungnya biar jatoh kena kepala saya.

-__________________-
Ya ampun masa anaknya didoain kejatohan sarung sih. Untung akhirnya ga jadi kejatohan. Alhamdulillah Allah swt masih melindungi saya :D

Selingan Hangat

Saat ini saya sedang asyik-asyiknya memulai berbisnis. Awalnya sih karena saya menyadari sebagai wanita, ya masa sih kalo dateng kondangan atau ke acara-acara gitu saya dateng polos banget (udah datengnya sendirian, ga dandan pula). Waktu itu saya ditawari teman saya untuk ikut Oriflame. Menarik banget, soalnya daftarnya GRATIS! Ya, jadi waktu itu daftarnya Rp 40.000,- terus dengan pembelian pertama minimal Rp 175.000,- uang pendaftarannya dikembalikan. Waaw, ya saya tertarik dong, ya saya ngincernya produknya juga. Udah gitu dapet potongan harga pula kalo jadi member. 

Dan ternyata pas saya bawa katalognya ke kampus, peminatnya juga lumayan banyak. alhasil saya bisa dapet hadiah WP-WPnya deh. Asik kan, dapet produk gratis, hehehe. Selain itu, di katalognya juga biasanya ada tips-tips menarik buat merawat diri, gimana cara menentukan make up yang sesuai, bahkan di katalog yang sekarang ada tips mengencangkan paha segala.

Kalo ada yang tertarik bisa kok langsung daftar ke saya atau mau sekedar nanya dulu juga silahkan :) Tapi sih kalo dari pengalaman saya pribadi, bisnis ini seru loh bisa mengisi waktu luang (kalo ketemu orang-orang sambil bawa katalog, trus nawarin produk, cerita-cerita) apalagi saya lagi "nganggur" skripsi, hehehe.

Bunga Favorit Papa dan Alm.Oma :)

Dulu papa pernah bertanya ke saya ketika sedang asyik memotret maket, "Kok bunga wijayakusuma-nya nggak difoto?
Dan saya balik bertanya, "Emangnya kenapa Pa?"
"Itu bunga kesukaan almarhumah Oma"
"Ooooh", itulah jawaban saya. Karena sampai beberapa menit yang lalu masih belum paham, apa sih yang menarik dari bunga ini. Saya bahkan belum pernah melihat secara langsung bagaimana bunga ini mekar. Katanya bunga ini mekarnya hanya pada malam hari, dan kalau baca di artikel tentang bunga ini sepertinya agak sulit merawatnya. Padahal di rumah saya, bunga ini nyaris nggak pernah tinggal daunnya aja alias berbunga terus.